JEJAK AWAL DI KOTA ISTAMBUL TURKY
Oleh : Mas Eiruel Amirudin
Tanggal 19 Maret menjadi penanda awal babak baru dalam perjalanan kami: misi rihlah sejarah Islam yang membawa kami menjejakkan kaki di bumi Turki. Setelah sekitar sebelas jam perjalanan udara dari Bandara Ghongzou, China, tepat pukul 7 pagi waktu setempat pesawat China Southern yang kami tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Istanbul. Segala puji bagi Allah yang telah menjaga langkah-langkah kami hingga tiba di negeri yang dulu pernah menjadi pusat kekhilafahan Islam.
Suasana bandara begitu megah, modern, dan tertib. Interiornya berkilau dengan pencahayaan yang tenang, dan deretan etalase toko bebas berjajar menyambut kami di setiap sisi. Kami bergerak menuju area imigrasi lebih dahulu sebelum akhirnya mengambil bagasi. Suasana begitu ramai, dipenuhi para pelancong dari berbagai penjuru dunia. Ada senyum kelelahan di wajah teman-teman seperjalanan, tapi rasa penasaran akan negeri ini mengalahkan semua penat yang ada.
Setelah urusan bagasi selesai, aku menyempatkan diri menukar beberapa lembar rupiah di money changer yang tersedia. Lemari kacanya penuh dengan mata uang asing, dan di antaranya, ada lira Turki yang akan menjadi perantara langkahku di negeri ini. Tak lama setelah itu, kami keluar dari pintu bandara. Dan di situlah sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya menghantam kulitku: udara dingin yang menyusup hingga ke tulang. Suhunya konon mencapai enam derajat Celsius, sisa-sisa dari musim salju yang belum sepenuhnya hengkang. Meski langit Istanbul pagi itu cerah, hawa menusuk tak memberi ampun. Di kejauhan, sisa salju terlihat masih menempel di pinggiran jalan dan pucuk-pucuk pohon gundul.
Seseorang melambaikan tangan ke arah kami—dialah Mas Hilmi, Tour Leader kami. Ia mahasiswa semester sepuluh di salah satu universitas di Istanbul, dengan wajah ramah dan bahasa Indonesia yang fasih. Ia menyambut kami dengan senyum hangat dan cepat mengarahkan rombongan untuk masuk ke dalam bus pariwisata yang telah siap menjemput.
Perjalanan menuju hotel pun dimulai. Dari balik jendela bus yang hangat, aku memandangi panorama kota yang bergerak perlahan. Istanbul adalah kota dengan dua wajah: Eropa dan Asia, modern dan historis, barat dan timur. Di sepanjang jalan, bangunan-bangunan tinggi berdiri megah, banyak di antaranya bergaya arsitektur Eropa klasik dengan sentuhan modern. Kubah masjid-masjid tua menjulang dari kejauhan, bersaing dengan deretan apartemen dan pusat perbelanjaan. Jalanan lebar dan tertib, mobil-mobil melaju tenang di jalur yang jelas. Sesekali, trem melintas dengan suara nyaring, membelah trotoar yang rapi dan bersih.
Di kanan dan kiri jalan, pepohonan berdiri kurus, sebagian tanpa daun, menandakan mereka baru saja melewati musim gugur dan dingin. Rumput-rumput masih tampak beku, dengan warna hijau kusam yang nyaris berubah cokelat. Pegunungan rendah membentang dari kejauhan, dengan lereng yang tidak terlalu tinggi ditumbuhi vegetasi lebat. Tanah Turki memang tidak se-subur Indonesia. Di tanah air, hijau menghampar nyaris sepanjang tahun; di sini, yang tampak adalah bebatuan dan ladang-ladang luas yang belum ditanami.
Sekitar satu setengah jam perjalanan, tepat pukul 13 waktu setempat, akhirnya kami tiba di hotel tempat kami akan beristirahat: Topkapi Golden Time Hotel. Terletak di jantung kota Istanbul, hotel bintang tiga ini tampak sederhana namun bersih dan nyaman. Dari luar, bangunannya berdesain klasik Eropa dengan sentuhan modern. Lokasinya strategis, dekat dengan pusat sejarah dan peradaban Islam seperti Masjid Biru dan Hagia Sophia juga hanya 1 kilo meter dari reruntuhan benteng konstantinopel.
Kami pun turun satu per satu, menyeret koper ke dalam lobi yang hangat. Tubuh boleh letih, tapi hati kami penuh semangat. Ini baru awal dari perjalanan panjang kami menelusuri jejak-jejak sejarah Islam di negeri para sultan.
Saat kaki ini menginjak lantai hotel yang hangat, pikiranku melayang jauh. Istanbul, kota yang kini kujejak, bukan sekadar destinasi wisata dalam daftar perjalanan. Di benakku, nama kota ini tak bisa dilepaskan dari sosok legendaris yang telah lama menghuni ruang imajinasiku—Sultan Muhammad Al-Fatih.
Dialah sang penakluk Konstantinopel, yang di usia belianya membawa pasukan Islam membelah benteng raksasa Kekaisaran Bizantium yang sebelumnya dianggap mustahil ditembus. Film tentangnya pernah kutonton berulang kali. Adegan-adegan perangnya, strategi geniusnya, dan doa-doa panjangnya di atas sajadah sebelum fajar selalu membekas dalam ingatan.
Kini, aku berada di kota yang dahulu bernama Konstantinopel itu. Kota yang ia ubah wajahnya dengan tekad, ilmu, dan iman. Rasa takjub memenuhi dadaku. Langit Istanbul yang mendung seolah menjadi tirai yang menyimpan kisah besar dalam diamnya. Jalan-jalan yang kami lewati barangkali pernah dilintasi oleh kuda-kuda perang Utsmaniyah, atau pasukan-pasukan yang memekikkan takbir di bawah panji Tauhid.
Aku duduk sejenak di lobi hotel, membiarkan tubuh beristirahat. Tapi pikiranku terus berjalan. Bagaimana wajah Sultan Al-Fatih sebenarnya? Bagaimana suaranya saat memerintahkan pasukan? Bagaimana shalat malamnya? Mungkinkah aku bisa merasakan sejumput saja semangat yang dulu membakar jiwanya?
Sore itu, usai check-in dan menaruh barang-barang di kamar hotel, aku membuka tirai jendela. Pemandangan sore Istanbul terbentang di hadapanku. Kubah masjid di kejauhan tampak samar tapi agung, berdiri bagai penjaga kota yang gagah.
Aku segera mengambil wudhu dengan air hangat, lalu bergegas untuk menjalankan sholat dzuhur dan ashar secara jama qoshor. Lewat lif aku menuju lobi. Aku menanyakan kepada petugas lobi dimana ada masjid terdekat. Penjaga lobi mengarahkan ke arah sudut sebelah kiri hotel. Ternyata di sana letak masjid yang akan ku jadikan tempat sholat. Berjarak sekitar 50 meter dari hootel, Masjid itu tampak klasik dan masih original peninggalan utsmani. Kubah dan tembok temboknya tampak kusut memperkuat dugaanku bahwa masjid ini benar benar peninggalan sejarah yang belum mengalami pemugaran. Di keheningan sore, di dalam ruangan masjid aku mengucap syukur karena telah sampai di tanah para sultan. Dalam hati aku berdoa:
"Ya Allah, izinkan aku mengambil pelajaran dari jejak-jejak sejarah ini. Jadikan rihlah ini bukan hanya pelesiran tubuh, tapi juga perjalanan jiwa menujuMu."
Sore ini, lembar baru akan dibuka. Aku dan rombongan akan menyusuri lorong-lorong sejarah, menyentuh sisa kejayaan peradaban yang pernah menjadi cahaya bagi dunia. Dan aku berjanji pada diriku sendiri: akan kulewati setiap tapak ini dengan hati yang terbuka dan jiwa yang haus akan ilmu dan hikmah.
Tunggu laporan perjalanan kami di turki pada episode yang akan datang. Terimakasih.




Istambul turky
BalasHapusistanbul turkey
istanbul turkey university
istanbul turkey now
istanbul turkey church
istanbul turkey flag
istanbul turkey city
istanbul turkey weather today
istanbul turkey cappadocia
istanbul turkey temperature
istanbul turki travel
istanbul turkey airport
istanbul turki hotel
istanbul turkey protest
istanbul turkey live cam
istanbul turki adalah
istanbul alanya turki
istanbul turki benua apa
istanbul kebab turki abi mustafa
ibukota turki istanbul atau ankara
menu kebab istanbul turki ali baba kota semarang
gambar kebab istanbul turki ali baba kota semarang
istanbul kebab turki tanah abang
alamat istanbul turki
istanbul turki terletak di benua
istanbul turkish airlines
istanbul turki bagian mana
istanbul arab
istanbul turki berapa jam
istanbul kebab turki bandung
istanbul ke turki berapa jam
istanbul kebab turki bekasi
istanbul turki jam berapa sekarang
istanbul kebab turki bogor
istanbul kebab turki bali
bandara istanbul turki
istanbul kebab turki pasar baru
kebab istanbul turki sawah besar
bahasa istanbul turki
bendera turki istanbul
turkey istanbul city
istanbul kebab turki condet
istanbul kebab turki citra raya
istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
cuaca istanbul turki
gambar istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
cerita istanbul turki
cuaca istanbul turki hari ini
menu istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
menu istanbul kebab turki condet kampung tengah
masjid camlica istanbul turki
camlica mosque istanbul turki
istanbul di turki
istanbul dan turki
istanbul kebab turki depok
kebab turki istanbul dormitory
perbedaan istanbul dan turki
apakah istanbul di turki
di istanbul turki sekarang jam berapa
turki dan istanbul apakah sama
suhu di istanbul turki hari ini
hotel di istanbul turki
wisata di turki istanbul
pantai di istanbul turki
masjid di istanbul turki
universitas di istanbul turki
foto istanbul turki
film istanbul turki
foto masjid istanbul turki
foto kota istanbul turki
istanbul turkey film
istanbul turki kebab
istanbul full
istanbul filmi
istanbul f1
istanbul kebab turki gerlong
istanbul kebab turki graha bintaro
istanbul kebab turki gubeng
gambar istanbul turki
gambar kota turki istanbul
gambar masjid istanbul turki
grand bazaar istanbul turki
gereja di istanbul turki
istanbul turki gempa
istanbul turkey gempa
istanbul gp
istanbul turki setelah gempa
istanbul hijab turki
turki istanbul hotel
berita turki istanbul hari ini
hagia sophia istanbul turki
harga kebab turki istanbul
hamam.turkey istanbul
istanbul harga
istanbul turkey hd
istanbul turkey tour
istanbul turki
istanbul turkish ice cream
istanbul turkish language
istanbul turki objek wisata
istanbul turkish restaurant
istanbul turkish restaurant near me
istanbul turkish airlines lounge
istanbul turkish kebabs and grills
istanbul turki jam berapa
istanbul kebab turki jogja
istanbul kebab turki jakarta
istanbul kebab turki jimbaran
jam istanbul turki
jembatan istanbul turki
jadwal sholat istanbul turki
jam di istanbul turki
jalan jalan istanbul turki
istanbul kebab turki mustafa
istanbul kebab turki surabaya
istanbul kebab turki tebet
istanbul kebab turki karanganyar
istanbul kebab turki karawaci
istanbul kebab turki tebet raya
istanbul kebab turki kebo iwa
istanbul kebab turki solo
luas istanbul turki
liburan ke istanbul turki
istanbul lira
istanbul turkey lgbt
istanbul turkey live camera
istanbul lgbt
istanbul kebab turki menu
kota istanbul turki merupakan pusat pemerintahan kerajaan
istanbul kebab turki moses
istanbul kebab turki malang
istanbul kebab turki makassar
jembatan bosphorus istanbul turki menghubungkan dua benua yaitu
ulasan kebab istanbul turki mustafa surabaya
masjid istanbul turki
gambar istanbul kebab turki moses kabupaten sleman
gambar istanbul kebab turki malang kota malang
ulasan istanbul kebab turki moses kabupaten sleman
museum istanbul turki
nama bandara istanbul turki
warung nusantara istanbul turki
negara turki istanbul
istanbul negara mana
istanbul new
istanbul berhasil ditaklukkan oleh turki usmani