Cerdas berfikir

Cerdas berfikir
ilmu sumber hidup bahagia dunia akhirat

Kamis, 17 April 2025

JEJAK AWAL DI KOTA ISTAMBUL TURKY

 JEJAK AWAL DI KOTA ISTAMBUL TURKY

              Oleh : Mas Eiruel Amirudin


Tanggal 19 Maret menjadi penanda awal babak baru dalam perjalanan kami: misi rihlah sejarah Islam yang membawa kami menjejakkan kaki di bumi Turki. Setelah sekitar sebelas jam perjalanan udara dari Bandara Ghongzou, China, tepat pukul 7 pagi waktu setempat pesawat China Southern yang kami tumpangi akhirnya mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Istanbul. Segala puji bagi Allah yang telah menjaga langkah-langkah kami hingga tiba di negeri yang dulu pernah menjadi pusat kekhilafahan Islam.

Suasana bandara begitu megah, modern, dan tertib. Interiornya berkilau dengan pencahayaan yang tenang, dan deretan etalase toko bebas berjajar menyambut kami di setiap sisi. Kami bergerak menuju area imigrasi lebih dahulu sebelum akhirnya mengambil bagasi. Suasana begitu ramai, dipenuhi para pelancong dari berbagai penjuru dunia. Ada senyum kelelahan di wajah teman-teman seperjalanan, tapi rasa penasaran akan negeri ini mengalahkan semua penat yang ada.

Setelah urusan bagasi selesai, aku menyempatkan diri menukar beberapa lembar rupiah di money changer yang tersedia. Lemari kacanya penuh dengan mata uang asing, dan di antaranya, ada lira Turki yang akan menjadi perantara langkahku di negeri ini. Tak lama setelah itu, kami keluar dari pintu bandara. Dan di situlah sensasi yang belum pernah kurasakan sebelumnya menghantam kulitku: udara dingin yang menyusup hingga ke tulang. Suhunya konon mencapai enam derajat Celsius, sisa-sisa dari musim salju yang belum sepenuhnya hengkang. Meski langit Istanbul pagi itu cerah, hawa menusuk tak memberi ampun. Di kejauhan, sisa salju terlihat masih menempel di pinggiran jalan dan pucuk-pucuk pohon gundul.

Seseorang melambaikan tangan ke arah kami—dialah Mas Hilmi, Tour Leader kami. Ia mahasiswa semester sepuluh di salah satu universitas di Istanbul, dengan wajah ramah dan bahasa Indonesia yang fasih. Ia menyambut kami dengan senyum hangat dan cepat mengarahkan rombongan untuk masuk ke dalam bus pariwisata yang telah siap menjemput.

Perjalanan menuju hotel pun dimulai. Dari balik jendela bus yang hangat, aku memandangi panorama kota yang bergerak perlahan. Istanbul adalah kota dengan dua wajah: Eropa dan Asia, modern dan historis, barat dan timur. Di sepanjang jalan, bangunan-bangunan tinggi berdiri megah, banyak di antaranya bergaya arsitektur Eropa klasik dengan sentuhan modern. Kubah masjid-masjid tua menjulang dari kejauhan, bersaing dengan deretan apartemen dan pusat perbelanjaan. Jalanan lebar dan tertib, mobil-mobil melaju tenang di jalur yang jelas. Sesekali, trem melintas dengan suara nyaring, membelah trotoar yang rapi dan bersih.

Di kanan dan kiri jalan, pepohonan berdiri kurus, sebagian tanpa daun, menandakan mereka baru saja melewati musim gugur dan dingin. Rumput-rumput masih tampak beku, dengan warna hijau kusam yang nyaris berubah cokelat. Pegunungan rendah membentang dari kejauhan, dengan lereng yang tidak terlalu tinggi ditumbuhi vegetasi lebat. Tanah Turki memang tidak se-subur Indonesia. Di tanah air, hijau menghampar nyaris sepanjang tahun; di sini, yang tampak adalah bebatuan dan ladang-ladang luas yang belum ditanami.

Sekitar satu setengah jam perjalanan, tepat pukul 13 waktu setempat,  akhirnya kami tiba di hotel tempat kami akan beristirahat: Topkapi Golden Time Hotel. Terletak di jantung kota Istanbul, hotel bintang tiga ini tampak sederhana namun bersih dan nyaman. Dari luar, bangunannya berdesain klasik Eropa dengan sentuhan modern. Lokasinya strategis, dekat dengan pusat sejarah dan peradaban Islam seperti Masjid Biru dan Hagia Sophia juga hanya  1 kilo meter dari reruntuhan  benteng konstantinopel.

Kami pun turun satu per satu, menyeret koper ke dalam lobi yang hangat. Tubuh boleh letih, tapi hati kami penuh semangat. Ini baru awal dari perjalanan panjang kami menelusuri jejak-jejak sejarah Islam di negeri para sultan.

Saat kaki ini menginjak lantai hotel yang hangat, pikiranku melayang jauh. Istanbul, kota yang kini kujejak, bukan sekadar destinasi wisata dalam daftar perjalanan. Di benakku, nama kota ini tak bisa dilepaskan dari sosok legendaris yang telah lama menghuni ruang imajinasiku—Sultan Muhammad Al-Fatih.

Dialah sang penakluk Konstantinopel, yang di usia belianya membawa pasukan Islam membelah benteng raksasa Kekaisaran Bizantium yang sebelumnya dianggap mustahil ditembus. Film tentangnya pernah kutonton berulang kali. Adegan-adegan perangnya, strategi geniusnya, dan doa-doa panjangnya di atas sajadah sebelum fajar selalu membekas dalam ingatan.

Kini, aku berada di kota yang dahulu bernama Konstantinopel itu. Kota yang ia ubah wajahnya dengan tekad, ilmu, dan iman. Rasa takjub memenuhi dadaku. Langit Istanbul yang mendung seolah menjadi tirai yang menyimpan kisah besar dalam diamnya. Jalan-jalan yang kami lewati barangkali pernah dilintasi oleh kuda-kuda perang Utsmaniyah, atau pasukan-pasukan yang memekikkan takbir di bawah panji Tauhid.

Aku duduk sejenak di lobi hotel, membiarkan tubuh beristirahat. Tapi pikiranku terus berjalan. Bagaimana wajah Sultan Al-Fatih sebenarnya? Bagaimana suaranya saat memerintahkan pasukan? Bagaimana shalat malamnya? Mungkinkah aku bisa merasakan sejumput saja semangat yang dulu membakar jiwanya?

Sore itu, usai check-in dan menaruh barang-barang di kamar hotel, aku membuka tirai jendela. Pemandangan sore Istanbul terbentang di hadapanku. Kubah masjid di kejauhan tampak samar tapi agung, berdiri bagai penjaga kota yang gagah.

Aku segera mengambil wudhu dengan air hangat, lalu bergegas untuk menjalankan sholat dzuhur dan ashar secara jama qoshor. Lewat lif aku menuju lobi.  Aku menanyakan kepada  petugas lobi dimana ada masjid terdekat. Penjaga lobi mengarahkan ke arah sudut sebelah kiri hotel. Ternyata di sana letak masjid yang akan ku jadikan tempat sholat. Berjarak sekitar 50 meter dari hootel, Masjid itu tampak klasik dan masih original peninggalan utsmani. Kubah dan tembok temboknya tampak  kusut memperkuat dugaanku bahwa masjid ini benar benar peninggalan sejarah yang belum mengalami pemugaran. Di keheningan sore, di dalam  ruangan masjid aku mengucap syukur karena telah sampai di tanah para sultan. Dalam hati aku berdoa:

"Ya Allah, izinkan aku mengambil pelajaran dari jejak-jejak sejarah ini. Jadikan rihlah ini bukan hanya pelesiran tubuh, tapi juga perjalanan jiwa menujuMu."

Sore ini, lembar baru akan dibuka. Aku dan rombongan akan menyusuri lorong-lorong sejarah, menyentuh sisa kejayaan peradaban yang pernah menjadi cahaya bagi dunia. Dan aku berjanji pada diriku sendiri: akan kulewati setiap tapak ini dengan hati yang terbuka dan jiwa yang haus akan ilmu dan hikmah.

Tunggu laporan perjalanan kami di turki pada episode yang akan datang. Terimakasih.





1 komentar:

  1. Istambul turky
    istanbul turkey
    istanbul turkey university
    istanbul turkey now
    istanbul turkey church
    istanbul turkey flag
    istanbul turkey city
    istanbul turkey weather today
    istanbul turkey cappadocia
    istanbul turkey temperature
    istanbul turki travel
    istanbul turkey airport
    istanbul turki hotel
    istanbul turkey protest
    istanbul turkey live cam
    istanbul turki adalah
    istanbul alanya turki
    istanbul turki benua apa
    istanbul kebab turki abi mustafa
    ibukota turki istanbul atau ankara
    menu kebab istanbul turki ali baba kota semarang
    gambar kebab istanbul turki ali baba kota semarang
    istanbul kebab turki tanah abang
    alamat istanbul turki
    istanbul turki terletak di benua
    istanbul turkish airlines
    istanbul turki bagian mana
    istanbul arab
    istanbul turki berapa jam
    istanbul kebab turki bandung
    istanbul ke turki berapa jam
    istanbul kebab turki bekasi
    istanbul turki jam berapa sekarang
    istanbul kebab turki bogor
    istanbul kebab turki bali
    bandara istanbul turki
    istanbul kebab turki pasar baru
    kebab istanbul turki sawah besar
    bahasa istanbul turki
    bendera turki istanbul
    turkey istanbul city
    istanbul kebab turki condet
    istanbul kebab turki citra raya
    istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
    cuaca istanbul turki
    gambar istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
    cerita istanbul turki
    cuaca istanbul turki hari ini
    menu istanbul kebab turki cabang perintis kota makassar
    menu istanbul kebab turki condet kampung tengah
    masjid camlica istanbul turki
    camlica mosque istanbul turki
    istanbul di turki
    istanbul dan turki
    istanbul kebab turki depok
    kebab turki istanbul dormitory
    perbedaan istanbul dan turki
    apakah istanbul di turki
    di istanbul turki sekarang jam berapa
    turki dan istanbul apakah sama
    suhu di istanbul turki hari ini
    hotel di istanbul turki
    wisata di turki istanbul
    pantai di istanbul turki
    masjid di istanbul turki
    universitas di istanbul turki
    foto istanbul turki
    film istanbul turki
    foto masjid istanbul turki
    foto kota istanbul turki
    istanbul turkey film
    istanbul turki kebab
    istanbul full
    istanbul filmi
    istanbul f1
    istanbul kebab turki gerlong
    istanbul kebab turki graha bintaro
    istanbul kebab turki gubeng
    gambar istanbul turki
    gambar kota turki istanbul
    gambar masjid istanbul turki
    grand bazaar istanbul turki
    gereja di istanbul turki
    istanbul turki gempa
    istanbul turkey gempa
    istanbul gp
    istanbul turki setelah gempa
    istanbul hijab turki
    turki istanbul hotel
    berita turki istanbul hari ini
    hagia sophia istanbul turki
    harga kebab turki istanbul
    hamam.turkey istanbul
    istanbul harga
    istanbul turkey hd
    istanbul turkey tour
    istanbul turki
    istanbul turkish ice cream
    istanbul turkish language
    istanbul turki objek wisata
    istanbul turkish restaurant
    istanbul turkish restaurant near me
    istanbul turkish airlines lounge
    istanbul turkish kebabs and grills
    istanbul turki jam berapa
    istanbul kebab turki jogja
    istanbul kebab turki jakarta
    istanbul kebab turki jimbaran
    jam istanbul turki
    jembatan istanbul turki
    jadwal sholat istanbul turki
    jam di istanbul turki
    jalan jalan istanbul turki
    istanbul kebab turki mustafa
    istanbul kebab turki surabaya
    istanbul kebab turki tebet
    istanbul kebab turki karanganyar
    istanbul kebab turki karawaci
    istanbul kebab turki tebet raya
    istanbul kebab turki kebo iwa
    istanbul kebab turki solo
    luas istanbul turki
    liburan ke istanbul turki
    istanbul lira
    istanbul turkey lgbt
    istanbul turkey live camera
    istanbul lgbt
    istanbul kebab turki menu
    kota istanbul turki merupakan pusat pemerintahan kerajaan
    istanbul kebab turki moses
    istanbul kebab turki malang
    istanbul kebab turki makassar
    jembatan bosphorus istanbul turki menghubungkan dua benua yaitu
    ulasan kebab istanbul turki mustafa surabaya
    masjid istanbul turki
    gambar istanbul kebab turki moses kabupaten sleman
    gambar istanbul kebab turki malang kota malang
    ulasan istanbul kebab turki moses kabupaten sleman
    museum istanbul turki
    nama bandara istanbul turki
    warung nusantara istanbul turki
    negara turki istanbul
    istanbul negara mana
    istanbul new
    istanbul berhasil ditaklukkan oleh turki usmani

    BalasHapus